Selasa, 16 Juni 2009

Hubungan antara tenaga medis dan pasien

- Saling membantu dalam perencanaan
- Bekerja sama
- Berbagi dalam tujuan,
Hubungan antara tenaga medis dan pasien
Sifat hubungan dokter pasien memiliki 2 ciri yaitu
- Adanya suatu persetujuan (consensual, agreement), atas dasar saling menyetujui dari pihak dokter dan pasien tentang pemberian pelayanan kesehatan.
- Adanya suatu kepercayaan (fiduciary), karena hubungan kontrak tersebut berdasarkan saling percaya mempercayai satu sama lain.

1. Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya
1.1. Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya
Memberikan salam
Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien
Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya
Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali permasalahan pasien)
Menyimpulkan kembali masalah pasien, kekhawatiran, maupun harapannya
Memelihara dan menjaga harga diri pasien, hal-hal yang bersifat pribadi, dan kerahasiaan pasien sepanjang waktu
Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar dan meminta persetujuannya dalam memutuskan suatu terapi dan tindakan

1.2. Mengumpulkan Informasi
Mampu menggunakan open-ended maupun closed question dalam menggali informasi (move from open to closed question properly)
Meminta penjelasan pada pasien pada pernyataan yang kurang dimengerti
Menggunakan penalaran klinik dalam penggalian riwayat penyakit pasien sekarang, riwayat keluarga,atau riwayat kesehatan masa lalu
Melakukan penggalian data secara runtut dan efisien
Tidak memberikan nasehat maupun penjelasan yang prematur saat masih mengumpulkan data

1.3. Memahami Perspektif Pasien
Menghargai kepercayaan pasien terhadap segala sesuatu yang menyangkut penyakitnya
Melakukan eksplorasi terhadap kepentingan pasien, kekhawatirannya, dan harapannya
Melakukan fasilitasi secara profesional terhadap ungkapan emosi pasien (marah, takut, malu, sedih, bingung, eforia, maupun pasien dengan hambatan komunikasi misalnya bisu-tuli, gangguan psikis)
Mampu merespon verbal maupun bahasa non-verbal dari pasien secara profesional

Memperhatikan faktor biopsikososiobudaya dan normanorma setempat untuk menetapkan dan
mempertahankan terapi paripurna dan hubungan dokter pasien yang professional
Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti
oleh pasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai
dengan umur, tingkat pendidikan ketika menyampaikan
pertanyaan, meringkas informasi, menjelaskan hasil
diagnosis, pilihan penanganan serta prognosis.

1.4. Memberi Penjelasan dan Informasi
Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stres sebelum melakukan pemeriksaan fisik
Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang mungkin timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya
Memberi penjelasan dengan benar, jelas, lengkap, jujur tentang tujuan, keperluan, manfaat, risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis (terapi, operasi, prognosis, rujukan) sebelum dikerjakan
Menjawab pertanyaan dengan jujur, memberi konsultasi, atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit.
Memberikan edukasi dan promosi kesehatan kepada pasien maupun keluarganya
Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihan-pilihan tindakan telah dipahami oleh pasien
Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untuk merenungkan kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan
Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran
Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati
Hubungan dokter-keluarga
1. membangun relasi
2. membuka diskusi
3. mendapat informasi
4. berbagi informasi
5. membuat persetujuan
6. menyimpan rahasia
7. dokter menerima tanggung jawab dari keluarga untuk mengobati pasien
Catatan : dengan persetujuan dari pasien

Kesulitan berkomunikasi:
Hambatan komunikasi dokter-pasien:
o keterbatasan waktu
o kesiapan keluarga
o perbedaan bahasa dan budaya
o kepercayaan pada dokter
o perbedaan persepsi
Hambatan komunikasi dokter-pasien secara umum:
Fisik: gangguan pada indera
Psikologis: - terpaku pada pikiran sendiri
- memotong pembicaraan
- selektif dalam mendengar


Masalah hubungan dokter-pasien dalam skenario ini terjadi karena kurangnya komunikasi medik antara dokter dan Lanang, dokter kurang mampu menkalin komunikasi dengan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar