Selasa, 16 Juni 2009

1. Lanang dirawat dirumah sakit karena diduga menderita penyakit kanker paru – paru.
Jenis – jenis kanker paru – paru
Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
1. karsinoma sel skuamosa
2. karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
3. karsinoma sel besar
4. adenokarsinoma.
Karsinoma sel alveolar berasal dari kantong udara (alveoli) di paru-paru. kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.

2a. Gejala kanker paru-paru tergantung kepada jenis, lokasi dan cara penyebarannya.
Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap.
Gejala kanker paru
Gejala paling umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:
1. Batuk yang terus menerus ataus menjadi hebat.
2. Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
3. Napas sesak dan pendek-pendek.
4. Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
5. Kelelahan kronis
6. Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
7. Suara serak/parau.
8. Pembengkakan di wajah atau leher.
Gejala pada kanker paru umumnya tidak terlalu kentara, sehingga kebanyakan penderita kanker paru yang mencari bantuan medis telah berada dalam stadium lanjut. Kasusk-kasus stadium dini/ awal sering ditemukan tanpa sengaja ketika seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru)

Penderita bronkitis kronis yang menderita kanker paru-paru seringkali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk. Dahak bisa mengandung darah. Jika kanker tumbuh ke dalam pembuluh darah dibawahnya, bisa menyebabkan perdarahan hebat.Kanker bisa menyebabkan bunyi mengi karena terjadi penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya kanker. Penyumbatan bronkus bisa menyebabkan kolaps pada bagian paru-paru yang merupakan percabangan dari bronkus tersebut, keadaan ini disebut atelektasis
Akibat lainnya adalah pneumonia dengan gejala berupa batuk, demam, nyeri dada dan sesak nafas. Jika tumor tumbuh ke dalam dinding dada, bisa menyebabkan nyeri dada yang menetap. Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan.
Kanker paru seringkali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami sesak nafas.
Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung. Kanker bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma Horner, yang terdiri dari:
- penutupan kelopak mata
- pupil yang kecil
- mata cekung
- berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah.

Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak.

2b. Learning issues

3a. Lanang panik karena ia merasa seperti tercekik, dalam hal ini terjadi miskomunikasi antara dokter dan pasien
Agar hal ini tidak terjadi sebaiknya dokter :
1. Do the best for the pasien
Apa yang dilakukan haruslah yang terbaik sesuai ilmu, keahlian, dan pengalaman yang ia miliki demi kesembuhan Lanang
2. Respect to Human Being
Dokter haruslah menghormati orang – orang ( pasien ) tanpa mengenal status dan golongan.
3. Clearly explain the risk and benefit that might be given to patient
Dokter sebaiknya enjelaskan hingga Lanang paham keuntungan dan kerugian dari prosedur pemeriksaan yang ditewarkan sehingga Lanang tidak panic
4. Holistik Approach
Pendekatan tidak hanya dilakukan dokter terhadap fisikk / penyakit lanang, tetapi kondisi psikis Lanang karena dalam kasus ini Lanang memiliki kondisi psikis yang cukup sensitive
5. Improve patient health status
Dokter harus bisa meningkatkan kesehatan Lanang apabila tidak bisa mempertahankan atau member semangat kepada lanang
6. Get Payment
Dokter berhak menerima bayaran sebagai biaya kesehatan

Dan Lanang seharusnya :
1. Give Detail informationan about illness to doctor
Lanang seharusnya memberikan informasi atas penyakitnya se detail mungkin agar tidak terjadi misdiagnosis dan miskomunikasi
2. Understand Procedure and treatment offer by doctor
Lanang seharusnya paham terhadap prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang ditawarkan oleh dokter sehingga tidak aka nada kepanikan yang melanda Lanang saat pemeriksaan dilakukan
3.Absolutely
Dengan adanya kepercayaan kepada epada dokter bahwa dokter akan memberikan pengobatan yang terbaik kepada Lanang sehingga Lanang tidak perlu panic apalagi kalau sampai merasa seperti tercekik
4.Pay the doctor
Lanang harus membayar dokter sebagai biaya layanan kesehatan sesuai dengan kesepakatan
5.Allowed not to do a normal activity
Dokter mengizinkan Lanang untuk beristirahat, berhenti sejenak dari aktifitas biasanya.
6.Need Cares
Lanang membutuhkan perawat untuk mendampingi dirinya
7. Get well as soon as possible
Lanang mendapatkan perbaikan kesehatan sesegera mungkin
8. Dokter Advice
Lanang mendapatkan masukan tentang penyakitnya
Hal ini dapat efektif untuk mengkondisikan Lanang agar tidak panic sebelum menjalani prosedur pemeriksaan

3b. Sebelum menjalani pemeriksaan, dokter harus memberikan penjelasan dahulu kepada pasien tentang dugaan penyakit yang diderita nya karena hal ini penting untuk kesembuhan Lanang, dokter sebaiknya menggunakan bahasa yang halus dan mudah dimengerti oleh pasien, jangan melebih-lebihkan keadaan. Hal ini dapat ditunjang dengan :
• Harus memahami bagaimana menangani pasien dalam tingkat usia atau golongan tertentu.
• Bisa menciptakan komunikasi yang baik antara dokter dan pasien
• Memahami dan berusaha memenuhi harapan pasien
• Empati
• Dokter bekerja sama dengan pasien

Dan dokter harus menjalin komunikasi medis yang baik dengan Lanang, dengan element esensial dari komunikasi medis :
1. Build Relationship
2. Open the discussion
3. Gather information
4. Understand the patient’s prespective
5. Share information
6. Reach agreement on problem and plan
7. Provide Closure
Lalu mengsugesti Lanang bahwa prosedur tersebut tidak menakutkan seperti apa yang ada dibenaknya, dokter juga harus menjelaskan tentang kerugian dan keuntungan dari pemeriksaan tersebut, dalam menentukan langkah selanjutnya (decision Making ) sebaiknya memberikan penawaran prosedur dengan menggunakan 4 syarat untuk membuat keputusan :
1. Both doctor and patient are involved in the decision making process
2. Both Parties share information ( saling bertukar informasi
3. Both Parties take steps to build a consensus about the preferred treatment.
4. An agreement ( consensus ) is reached on the treatment to implement
Lanang haruslah memutuskan apakah pemeriksaan itu dilaksanakan atau tidak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar