Selasa, 16 Juni 2009

BLOK 2

SINTESIS
Lanang adalah seorang pasien yang berumur 34 tahun, ia dirawat di rumah sakit karena diduga menderita penyakit paru-paru yang berbahaya. Dokter berrencana melakukan uji diagnosis dengan menggunakan alat yang akan dimasukkan melalui mulut pasien. Pada waktu dokter akan melakukan uji diagnosis, pasien merasa panik, menjerit dan berpikir ia akan tercekik sehingga uji diagnosis gagal dilakukan.
Permasalahan di atas berkaitan dengan :
1. Hubungan dokter-pasien
Hubungan dokter- pasien adalah hubungan yang terjadi antara dokter dan pasien selama proses pengobatan pasien, hubungan ini dapat berbentuk
Hubungan Mutualistik
Hubungan di mana terjalin komunikasi yang baik antara dokter dan pasien dalam menyampaikan informasi sehingga peran dokter dan pasien seimbang (terlibat secara aktif dalam proses pengobatan pasien).
Hubungan paternalistik
Hubungan di mana dokter lebih banyak memegang peranan dalam pengobatan pasien dan merasa keputusan merupakan keputusan terbaik, sementara pasien hanya tergantung pada keputusan dokter (hanya bersifat pasif dalam proses pengobatan pasien).
Hubungan konsumeristik
Hubungan di mana dokter sebagai penyedia jasa yang mengutamakan keadaan finansial pasien (mendiskriminasi pasien berdasarkan keadaan finansial), sedangkan pasien sebagai konsumen (pemakai jasa yang disediakan oleh dokter) sehingga menyebabkan hubungan antara dokter dan pasien merrenggang).
Hubungan default
Hubungan dokter dan pasien di mana keduanya bersifat pasif dalam pengobatan pasien.
Karakteristik hubungan profesional dokter-pasien
1. Berkewajiban membina bantuan kepada pasien untuk mampu menolong dirinya sendiri dan menjadi mandiri
2. Berkewajiban membina hubungan profesional berdasarkan rasa percaya
3. Bertanggung jawab terhadap penyelesaian masalah pasien
4. Berorientasi pada kebutuhan pasien
5. Diarahkan pada pencapaian tujuan
6. Memahami kondisi pasien dengan berbagai keterbatasannya
7. Memberi penilaian berdasarkan norma yang disepakati dokter-pasien
8. Bekerja sesuai kaidah etik untuk menjaga kerahasiaan dan hanya menggunakan informasi untuk kepentingan dan persetujuan pasien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar