Jumat, 03 Juli 2009

Edema

Edema adalah penimbunan cairan secara berlebihan di antara sel sel tubuh atau di dalam berbagai rongga tubuh, sebagai akibat ketidak seimbangan faktor-faktor yang mengontrol perpindahan cairan tubuh, antara lain gangguan hemodinamik sistem kapiler yang menyebabkan retensi natriun dan air, penyakit ginjal serta berpindahnya air dari intravaskular ke interstitium.

Volume cairan interstitial dipertahankan oleh hukum Starling, yaitu kecepatan dan arah perpindahan air dan zat terlarut termasuk protein antara kapiler dan jaringan sangat dipengaruhi oleh perbedaan tekanan hidrostatik dan osmotik masing-masing kompartemen.
Edema terjadi pada kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan hidrostatik kapiler, peningkatan permeabilitas kapiler atau peningkatan tekanan osmotik itertistial, atau penurunan tekanan osmotik plasma

Penjalaran Edema generalisata:
Penyebaran edema generalisata terutama diatur oleh gaya gravitasi yang memengaruhi gaya gravitasi yang memengaruhi tekanan hidrostatik kapiler. Dengan demikian edema biasanya terjadi pada tempat dengan tekanan hidrostatik yang paling tinggi (daerah yang rendah, misalnya daerah tungkai atau sacral pada pasien yang berbaring), atau pada tempat dengan tekanan intertisial yang paling rendah (daerah preorbital, muka, scrotal). Apabila daerah edema ditekan dengan jari, timbul lekukan yang akan menetap dalam beberapa saat karena cairan terdorong ke daerah lain; hal ini disebut pitting edema

Definisi
Ascites adalah adanya kelebihan cairan di selaput rongga. Secara klinis mencari dengan berbagai macam penyebab, tapi paling sering berkembang sebagai bagian dari decompensation dari sebelumnya asymptomatic kronis penyakit hati.
Dua faktor paling penting dalam produksi ascites disebabkan oleh penyakit hati kronis yang rendah tingkat albumin dalam darah dan meningkatkan tekanan di dalam cabang portal vein yang dijalankan melalui hati (hipertensi portal)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar